Ketua DPRD Konkep, Ishak, S.E, Saat Menyerap Aspirasi Desa Baku-Baku
KARYANESIA.ID, KONKEP – Ketua Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Konawe Kepulauan (Konkep), Ishak, SE, menggelar kegiatan reses Masa Persidangan I Tahun 2026 dengan menyambangi tiga desa di Daerah Pemilihan (Dapil) III.
Ketiga desa tersebut yakni Desa Puuwatu, Desa Baku-Baku, dan Desa Wawouso yang berada di Kecamatan Wawonii Selatan. Kegiatan reses berlangsung mulai 10 hingga 14 Maret 2026.
Reses diawali di Desa Puuwatu, kemudian dilanjutkan di Desa Baku-Baku dan Desa Wawouso. Kegiatan ini dihadiri oleh Camat Wawonii Selatan, pemerintah desa setempat, serta puluhan masyarakat yang antusias menyampaikan berbagai aspirasi pembangunan di wilayah mereka.
Ketua DPRD Konkep, Ishak, SE, menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada masyarakat yang telah hadir serta aktif menyampaikan berbagai usulan dan kebutuhan pembangunan dalam kegiatan tersebut.

Ia juga mengakui bahwa dalam kondisi efisiensi anggaran saat ini, tidak semua aspirasi masyarakat yang diusulkan pada tahun sebelumnya dapat direalisasikan pada tahun 2026.
“Dalam kondisi efisiensi anggaran ini, kami turun langsung ke masyarakat untuk menyampaikan permohonan maaf karena aspirasi masyarakat tahun 2025 belum bisa seluruhnya direalisasikan pada tahun 2026. Ini merupakan dampak dari efisiensi anggaran,” ujar Ishak saat ditemui, Kamis (12/3/2026).
Meski demikian, Ishak menegaskan bahwa pihaknya tetap berkomitmen untuk memperjuangkan aspirasi masyarakat, terutama yang bersifat prioritas dan mendesak.
“Seperti pencegahan abrasi pantai melalui pembangunan talud, rehabilitasi air bersih, serta peningkatan akses jalan menjadi kebutuhan utama masyarakat yang akan kami perjuangkan bersama pemerintah daerah,” jelasnya.
Lebih lanjut, Ishak menekankan pentingnya kolaborasi antara DPRD dan pemerintah daerah dalam menghadapi keterbatasan anggaran. Menurutnya, diperlukan langkah kreatif untuk mencari sumber pembiayaan pembangunan lainnya.
“Dalam kondisi efisiensi saat ini, harus ada kolaborasi yang kuat antara DPRD dan pemerintah daerah untuk lebih kreatif mencari sumber-sumber lain, baik dengan memaksimalkan Pendapatan Asli Daerah maupun mengupayakan dukungan dari pemerintah pusat,” katanya.
Dalam kegiatan reses tersebut, masyarakat di masing-masing desa menyampaikan sejumlah usulan pembangunan.
Warga Desa Wawouso mengusulkan rehabilitasi jaringan air bersih serta peningkatan jalan penghubung Wawouso menuju jalan poros sepanjang sekitar 1,5 kilometer.
Sementara itu, masyarakat Desa Puuwatu mengusulkan pembangunan kembali talud pantai yang sebelumnya jebol akibat abrasi, serta pembangunan Jalan Usaha Tani (JUT) guna mendukung aktivitas pertanian warga.
Adapun warga Desa Baku-Baku mengusulkan perubahan status jalan desa menjadi jalan kabupaten, yakni jalan Desa Baku-Baku menuju jalan poros sepanjang sekitar 2 kilometer.
Selain itu, masyarakat juga mengusulkan rehabilitasi air bersih, pembangunan talud pantai dan talud Sungai Wawouso, serta bantuan pupuk dan alat pertanian.
“Setiap aspirasi masyarakat yang kami terima akan kami bahas di tingkat kabupaten dan diupayakan agar bisa direalisasikan melalui program kerja pemerintah daerah pada tahun berikutnya,” tegasnya.
Reporter: A.S





